Daun katuk
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang……………………………………………………………………………..4
1.2 Tujuan………………………………………………………………………………………4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 DAUN KATUK
2.1.1. Pengertian daun katuk………………………………………………………….5
2.1.2. Klasifikasi………………………………………………………………………..6
2.1.3. Deskripsi/Botani…………………………………………………………………6
2.1.4. Kandungan……………………………………………………………………….7
2.1.5. Manfaat dan Pengobatan……………………………………………………….8
2.1.6 Efek negative daun katuk………………………………………………………10
2.2 LAVENDER
2.2.1. pengertian lavender…………………………………………………………….11
2.2.2. Klasifikasi……………………………………………………………………….11
2.2.3. Deskripsi/Botani…………………………………………………………………12
2.2.4. Khasiat…………………………………………………………………………..13
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan……………………………………………………………………….14
3.2. Saran………………………………………………………………………………14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belaka
Alam ini dihuni oleh beraneka ragam mahluk hidup,salah satunya adalah tumbuhan. Berbagai jenis tumbuhan banyak ditemukan disekitar kita. Ilmu tumbuhan pada waktu sekarang telah mengalami kemajuan yang demikian pesat,hingga bidang-bidang pengetahuan yang semula hanya merupakan cabang-cabang ilmu tumbuhan saja,sekarang ini telah menjadi ilmu yang berdiri sendiri.
Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang tidak dapat berpindah tempat seperti serangga hama pemakannya. Selain itu, tumbuhan memiliki bentang generasi yang panjang dengan laju rekombinasi yang lambat.
Di dalam makalah ini menyangkut tentang adanya botani farmasi.Botani farmasi ini berisi tantang pokok-pokok morpologi tumbuhan,struktur anatomi,dan proses yang terjadi di dalm el tumbuhan dan sebagainya.
Pada makalah ini akan menjelaskan sedikit tentng tumbuhan pada Daun Katuk((sauropus andrigynus) dan tumbuhan Lavender(Lavandula angustifollia). Dalam pembuatan makalah ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan beragam pengetahuan yang di dapat selama kuliah.
1.2 Tujuan
- Untuk memenuhi syarat nilai tugas UAS Botani Farmasi
- Untuk mengetahui pengetahuan mengenai tumbuh-tumbuhan
.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 DAUN KATUK(Sauropus androgynus)
2.1.1 Pengertian
Tak selamanya pekarangan ditanami dengan tanaman hias yang sudah kesohor.Ada kalanya,justru tanaman yang “biasa-biasa” saja dan asing yang dipilih untuk menjadi penghuninya.Salah satu alasannya adalah karena tanaman itu punya potensi dan manfaat.Katuk,misalnya.
Tanaman bernama latin sauropus androgunus ini oleh orang Minangkabau disebut dengan simani. Sementara di Jawa, selain disebut katuk, tanaman ini juga dinamakan katukan atau babing. Orang Madura menyebutnya kerakur dan orang Bali lebih mengenalnya dengan kayumanis.
Tanaman bernama latin sauropus androgunus ini oleh orang Minangkabau disebut dengan simani. Sementara di Jawa, selain disebut katuk, tanaman ini juga dinamakan katukan atau babing. Orang Madura menyebutnya kerakur dan orang Bali lebih mengenalnya dengan kayumanis.
Daun katuk (Sauropus androgynus)sesungguhnya sudah dikenal semenjak nenek moyang kita sejak abad 16 .Sayangnya,dimasa berikutnya kurang mendapat tanggapan.Padahal,tanaman memiliki potensi besar.Daun katuk terdiri dari dua macam,yaitu:
- Katuk merah
Katuk merah merupakan katuk yang masih banyak dijumpai di hutan belantara sebagi pehati tanaman hias.Katuk merah ini sangat cocok karena warnanya sangat menarik yaitu hijau kemerahan.
- Katuk hijau
Katuk hijau ini merupakan katuk yang paling produktif penggunaanya,dibandingkan katiuk merah karena penggunaan khasiatnya lebih banyak dibanding katuk merah.Katuk hijau banyak digunakan untuk keperluan konsumsi, yaitu sebagai sayuran dan obat- obatan. Di Indonesia daun katuk lazim dimanfaatkan untuk melancarkan air susu ibu (ASI), serta sebagai obat borok, bisul, demam, dan darah kotor.
Saat ini, daun katuk sudah diproduksi sebagai sediaan fitofarmaka yang berkhasiat untuk melancarkan ASI. Pada tahun 2000, telah terdapat sepuluh pelancar ASI yang mengandung daun katuk, beredar di Indonesia. Bahka ekstrak daun katuk telah digunakan sebagai bahan fortifikasi pada produk makanan yang diperuntukkan bagi ibu menyusui.
2.1.2 Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Euphor
Ordo: Euphor
Famili: Euphorbeaceae
Genus: Sauropus
Spesies: Sauropus androgynus (L.) Merr.
Genus: Sauropus
Spesies: Sauropus androgynus (L.) Merr.
2.1.3 Deskripsi/Botani
Katuk tumbuh didataran rendah sampai dengan 120 meter diatas permukaan laut,daerah yang terbuka atau sedikit terlindung dengan tanah yang ringan dan katuk juga dapat digunakan untuk pagar hidup.Untuk pengembangbiakan nya dapat digunakan stek batang yang belum terlalu tua.
Tanaman ini berbentuk perdu.Tingginya mencapai 2-3 m.Cabang-cabang agak lunak dan terbagi.Daun tersusun selang-seling pada satu tangkai,berbentuk lonjong sampai bundar dengan panjang 2,5 cm dan lebar 1,25-3 cm.Bunga tunggal atau berkelompok tiga.Buah bertangkai panjang 1,25 cm.Panjang lebih kurang 20 cm disemaikan terlebih dahulu. Setelah berakar sekitar 2 minggu dapat dipindahkan ke kebun. Jarak tanam panjang 30 cm dan lebar 30 cm. Setelah tinggi mencapai 50-60 cm dilakukan pemangkasan agar selalu didapatkan daun muda dan segar.
Habitat: Tumbuh liar dihutan-hutan dan ladang-ladang yang terbaik di daerah dengan ketinggian 1300 m.
2.1.4 Kandungan
Dilihat dari nilai gizinya, daun katuk punya nilai gizi yang cukup baik, seperti protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B, dan C.
Daun katuk juga memiliki kadar kalsium yang sangat baik.Kalsium merupakan salah satu mineral terpenting yang dibutuhkan oleh tubuh. Konsumsi kalsium kurang dari kebutuhan dapat menyebabkan rapuhnya integritas tulang dan osteoporosis di usia dini,umumnya terjadi pada wanita.Tekanan darah tinggi juga dapat disebabkan oleh kadar kalsium di dalam darah yang sangat rendah.Selain memperlancar produksi ASI seperti yang dikenal selama ini,daun katuk juga kaya senyawa yang dapat menggenjot mutu dan jumlah sperma, termasuk membangkitkan vitalitas seksual. Daun katuk dipenuhi senyawa fitokimia berkhasiat obat.
Daun katuk juga memiliki kadar kalsium yang sangat baik.Kalsium merupakan salah satu mineral terpenting yang dibutuhkan oleh tubuh.Konsumsi kalsium kurang dari kebutuhan dapat menyebabkan rapuhnya integritas tulang dan osteoporosis di usia dini, umumnya terjadi pada wanita.Tekanan darah tinggi juga dapat disebabkan oleh kadar kalsium di dalam darah yang sangat rendah.
Selain memperlancar produksi ASI seperti yang dikenal selama ini, daun katuk juga kaya senyawa yang dapat menggenjot mutu dan jumlah sperma, termasuk membangkitkan vitalitas seksual.Daun katuk dipenuhi senyawa fitokimia berkhasiat obat.Daun katuk merupakan sayuran multikasiat bagi kesehatan tubuh. Didalam 100 gram daun katuk mengandung unsur:
Daun katuk juga memiliki kadar kalsium yang sangat baik.Kalsium merupakan salah satu mineral terpenting yang dibutuhkan oleh tubuh.Konsumsi kalsium kurang dari kebutuhan dapat menyebabkan rapuhnya integritas tulang dan osteoporosis di usia dini, umumnya terjadi pada wanita.Tekanan darah tinggi juga dapat disebabkan oleh kadar kalsium di dalam darah yang sangat rendah.
Selain memperlancar produksi ASI seperti yang dikenal selama ini, daun katuk juga kaya senyawa yang dapat menggenjot mutu dan jumlah sperma, termasuk membangkitkan vitalitas seksual.Daun katuk dipenuhi senyawa fitokimia berkhasiat obat.Daun katuk merupakan sayuran multikasiat bagi kesehatan tubuh. Didalam 100 gram daun katuk mengandung unsur:
- Protein 4,8 gram
- Lemak 1,0 gram
- Karbohidrat 11 gram
- Kalsium 204 mg
- Fosfor 83 mg
- Zat besi 2,7 mg
- Vitamin A 10370 S1
- Vitamin B1010 mg
- Vitamin C239 g
- Air 810 g
2.1.5 Manfaat dan pengobatannya
- 1. Untuk memperlancar produksi air susu ibu(ASI)
Karena,mengandung senyawa asam seskueterna.
- 2. Untuk penyakit frambusia
Dinamakan penyakit frambusia,karena bentuk dan rupa penyakit ini mirip dengan buah frambus.Penyakit frambusia atau petek atau puru,banyak terdapat ditempat-tempat yang sukar mendapatkan air bersih.Penyakit ini gampang menular.
Cara pengobatanya:
1.Siapkan ¼ genggam daun katuk yang telah dicuci bersih dan digiling sampai halus.
2.Tambahkan ¼ cangkir air masak dan sedikit garam,lalu aduk sampai merata.
3.Peras dan saring
4.Kemudian,air perasan diminum dan ampasnya di gosok-gosok pada bagian badan yang terserang frambusia
5.Lakukan 2x sehari hingga sembuh.
- 3. Untuk penyakit sambelit
Sambelit merupakan gejala dari suatu penyakit.Penyebabnya banyak,seperti terlalu banyak duduk,kurang minum air,menahan-nahan buang air besar,serta ketidak lancaran kerja hati dan kandung empedu.
Cara pengobatannya:
1.Siapkan 200 gram daun katuk yang segar lalu bersihkan
2.Rebus dengan segelas air selama 10 menit,lalu saring
3.Minum air hasil saringan tersebut secara teratur.
- 4. Untuk penyakit borok
Pada penelitian menunjukan,pada ekstrak daun katuk ditemukan zat penghambat pertumbuhan bakteriescheria coli,staphylococcusaureus,dan salmonella typhosa.Itu berarti,ekstrak daun katuk bisa menyembuhkan borok.
Cara pengobatannya:
1.Siapkan segenggam daun katuk,lalu cuci dan lumatkan
2.Tempelokan lumatan daun katuk pada bagian badan yang terserang borok.
- 5. Pewarna alami
Daun katuk ternyata bisa juga dipakai sebagai pewarna yang mengandung zat kimia.Contohnya pada industry tape ketan yang bewarna hijau.
Caranya :
1.Cuci bersih daun katu,tambahkan sedikit air lalu peras sampai terbentuk sari daun katuk
2.Campur atau larutkan sari daun katukbersama beras ketan bahan tape.
- 6. Untuk mencegah anemia
Daun katuk termasuk pahan makan yang tinggi zat besi,maka dapat dikatakan untuk pencegahan anemia.SSetiap 100 g zat daun katuk mengandung sekitar 2.7 mg zat besi.sementara kandungan kalsioum daun katuk sebanyak 204 mg atau empatb kali tinggi dibandingkan kandungan mineral dari daun kol.
- Dapat mencegah dan memperbaiki gangguan reproduksi wanita dan pria.
- Dapat menghambat penyakit jantung serta gamgguan pembuluh darah
- Dapat meningkatkan efisiensi absorpsi saluran pencernaan.
- Daun katuk juga dapat menghambat penyakit jantung serta ganguan pembuluh darah. Katuk juga
- meningkatkan efisiensi absorpsi saluran pencernaan. Satu lagi, serat yang tnggi
- daun katuk dapat memperlancar kerja saluran pencernaan.
- Daun katuk juga berpotensi untuk meningkatkan daya seksual baik pada wanita maupun pria.
- Daun katuk telah digunakan untuk menurunkan berat badan
2.1.6 Efek Negatif daun katuk
1.daun katuk dapat mengganggu penyerapan kalsium dan fosfor
2.qejala sulit tidur,
1.daun katuk dapat mengganggu penyerapan kalsium dan fosfor
2.qejala sulit tidur,
3.tidak enak makan, dan
4.sesak napas. Namun, gejala-gejala tersebut menghilang setelah 40-44 hari penghentian konsumsi
2.2 LAVENDER(Lavandula angustifolia)
2.2.1 Pengertian
Penampilan bunga lavender memang amat menarik. Bunganya berwarna ungu kecil-kecil. Bunga ini mengeluarkan aroma wangi. Bunga ini sering digosok-gosok ke tubuh untuk menghindari gigitan nyamuk. Perbanyakan tanaman lavender (Lavandula angustifolia) biasanya dengan menggunakan bijinya. Biji-biji yang tua dan sehat disemaikan. Bila sudah tumbuh, dipindahkan ke polybag. Ketika tingginya mencapai 15 – 20 cm, dapat dipindahkan ke dalam pot atau ditanam di halaman rumah.
Keberadaan tanaman lavender mengundang para penyuling minyak atsiri untuk menyuling bunganya. Minyak lavender memang sering dipakai sebagai aromaterapi. Bahkan, di beberapa rumah, minyak lavender ini ditempatkan di ruang tamu.
Keberadaan tanaman lavender mengundang para penyuling minyak atsiri untuk menyuling bunganya. Minyak lavender memang sering dipakai sebagai aromaterapi. Bahkan, di beberapa rumah, minyak lavender ini ditempatkan di ruang tamu.
2.2.2 Klasifikasi
Indonesia: Lavender
Inggris: Common Lavender,English Lavender,true lavender
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua)
Sub kelas: Asteriade
Ordo: Lamiales
Fili: Lamiaceae
Genus: Lavandula
2.2.3 Deskripsi/Botani
Lavender atau lavendel atau lavendula adalah sebuah genus tumbuhan berbunga dalam suku lamiaceae yang memiliki 25-30 spesies.
Asal tumbuhan ini adalah dari wilayah selatan Laut Tengah sampai Afrika tropis dan ke timur sampai india.
Genus ini termasuk tumbuhan menahun,tumbuhan dari jenis rumput-rumputan,semak pendek,dan semak kecil.
Penampilan bunga lavender memang amat menarik.
Bunganya berwarna ungu kecil-kecil. Bunga ini mengeluarkan aroma wangi.
Sosok perdu mirip rumput, maka ada yang menyebut si rumput ungu raksasa atau ilalang ungu, Lavender atau lavandula angustifolia merupakan keluarga lamiaceae berbentuk seperti semak. Tumbuh baik di ketinggian 600 –1.350 m.Di mana semakin tinggi tempat tumbuhnya,semakin baik kualitas minyak yang dihasilkannya.Perbanyakan tanaman lavender biasanya dengan menggunakan bijinya. Biji-biji yang tua dan sehat di semaikan.Lavender tergolong yang tidak rewel dan mudah tumbuh asalkan medialnya tepat,yang penting jangan terlalu banyak member air karena ini akan menyebabkan akarnya membusuk.Lavender harus ditanam di tanah yang bisa menyerapi air dengan baik dan diposisi yang banyak menerima sinar matahari. Lavender bisa di perbanyak dengan cara menyetek batangnya sepanjang 15 cm pada saat akhir musim panas.
Habitat : Tempat tumbuhnya pada ketinggian 500-1300 m dpl. Semakin tinggi tempat tumbuhnya, semakin tinggi juga kandungan minyaknya.
Perbanyakan : Tanaman ini dapat diperbanyak secara vegetatif melalui setek batang dan secara generatif melalui biji. Perbanyakan tanaman lavender (Lavandula angustifolia) biasanya dengan menggunakan bijinya.
2.2.4 Khasiat
- Sebagai Pewangi di saat mandi dan mencuci
- Lotion pengisir nyamuk
- Kosmetik
- Obat-obatan
- Dalam bentuk masakan
- Mengobati sakit kepala yang disebabkan oleh stress
- Untuk membuat salep pereda sakit akibat rematik dan nyeri tulang
- Cream lavender yang akan menutrisi kulit
- Menurunkan darah
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
A. DAUN KATUK
Pemanfaatan daun katuk sangatlah penting sebagai pelancar ASI. Efek samping utama daun katuk adalah kontriksi bronkiolitis yang permanen.Dalam daun katuk banyak kandungan yang terdapat yang terapat di dalamnya.Daun katuk juga memiliki kelebihn dan kekurangan.
B. LAVENDER
Tanaman lavender sangat penting untuk pengusir nyamuk dan banyak khasiat yang dapat dipergunakan dari tanaman ini.Bunga lavender termasuk tanaman yang tidak rewel dan warnanya sangat menarik perhatian.
3.2 Saran
Gunakanlah waktu sebaik mungkin,agar mendapatkan hasil yang lebih baik dalam melakukan suatu pekerjaan.